Tulisan ini saya ketikkan adalah dalam rangka menjawab pertanyaan diatas, seputaran tips berbelanja deterjen.
Dalam Kehidupan sehari-hari hampir tidak ada kegiatan selain berbelanja. Karena aktifitas ini sering dilakukan sehingga sudah tertanam kedalam pola pikir kita sehari-hari.
“Manusia senantiasa selalu menghindari kesusahan, sesuatu yang menyulitkan dan senantiasa lebih tertarik kepada kesenangan ataupun sesuatu yang tidak membuat kepalanya pusing”.
Pendek kata: “TIDAK MAU PUSING“
Pusing yang satu ini adalah suatu keadaan yang membuatnya bingung, karena sudah terbiasa praktis.
Soal berbelanja Ibu-ibu umumnya sangat bijak memilih. Dan sering terlontar kata “MAHAL SEKALI…!” ketika berbelanja, dan seketika itu juga terjadilah tawar menawar.
Tentunya harus diperhatikan secara seksama. Apakah harga sesuai dengan performa produk yang akan dibeli.
Harga tidak selamanya bisa menjamin kualitas. Baik mahal ataupun murah tetap harus dianalisa.
Mahal adalah apabila uang yang dikeluarkan dalam jumlah besar namun hasil yang diterima hanya sedikit, namun apabila jumlah uang yang dikeluarkan besar dan hasil yang diterima juga besar itu artinya murah.
Contoh:
1 kg deterjen merk “X” harganya Rp. 40.000,-
1 kg deterjen merk “Y” harganya Rp. 18.500,-
20gr deterjen merk “X” bisa digunakan untuk mencuci 5kg pakaian dengan hasil:
- cucian benar-benar bersih dan cemerlang
- tetap harum walaupun tidak kering.
- ramah lingkungan (tidak panas ditangan)
- hanya membutuhkan sedikit air untuk membilas
- Perhitungan biaya deterjen Rp. 800,-/20gr
- deterjen murni.
sedangkan…
20gr deterjen merk “Y” juga digunakan untuk mencuci 5kg pakaian dan hasilnya:
- Cucian perlu dibilas dengan banyak air (karena kebanyakan busa).
- Bau apek bila tak kering.
- Tidak ramah lingkungan. (panas ditangan)
- kualitas cucian tidak menentu.
- Biaya deterjen Rp. 370,-/20 gr
- deterjen ecek-ecek (banyak zat filler untuk menambah berat).
Dari perbandingan diatas bisa disimpulkan deterjen merk “Y” mahal, loh kenapa? kan biayanya cuma Rp. 370,- rupiah sekali cuci, dibanding merk “X” harganya dua kali lipat. Dari segi harga memang benar merk “X” lebih tinggi (tapi belum tentu berarti mahal).
Tapi mari diperhatikan secara seksama:
- merk “Y” menghabiskan banyak air untuk membilas
- berpotensi menimbulkan iritasi dikulit (karena panas)
- bau apek bila tidak kering (ini artinya perlu dicuci lagi)
- daya cuci yang tidak menentu kualitasnya.
- yang kita beli bukanlah deterjen karena sebagian isinya sebenarnya tidak berkemampuan melepaskan kotoran.
Lihatlah betapa besar kerugian yg ditimbulkannya (merk “Y”), yang membuat pengguna harus membayar lebih lagi untuk hal-hal lain yang timbul akibat menggunakannya, yang seharusnya tidak diperlukan.
Nah, berkebalikan dengan merk “Y”, deterjen merk “X” malah sangat menguntungkan penggunanya, biaya lain yang dikeluarkan benar-benar sangat jauh berbeda.
Sekarang…manakah yang mahal?
Filed under: Bisnis, Rumah Tangga | Tagged: Berbelanja, laundry, Tips | 1 Comment »

Tissue berbahan dasar air tanpa alkohol, tanpa pewangi, tanpa pewarna yang bisa meninggalkan bekas di pakaian.


